Tuesday, March 21, 2017

Cerita lucu PASIEN CUKUR SEPI KARENA GUNA-GUNA

    Pembaca yang BudiMan (Berbudi dan beriMan) salam sejahtera. Untuk kesempatan kali ini kita bahas masalah kerjaan. Beribu kerjaan bisa kita lakukan namun tanpa keuletan dan ketekunan serta pantang menyerah hasilnya tidak bisa dinikmati maksimal. Apapun kerjaan kalian jika dilakukan dengan serius hasilnya memuaskan, seperti yang akan Ku ceritakan berikut ini.

    Namanya Akok bukan Ahok jangan salah, Akok tukang cukur kalau Ahok tukang gusur. Dia tetangga dekatKu berprofesi sebagai tukang cukur. Awalnya dipandang sebelah mata namun dengan keseriusan dan semangat pantang menyerah usaha potong rambut sukses dan mampu menggaji beberapa anak buah.. Apa yang diinginkan tercapai, hp baru, motor baru bahkan mobil baru pun terbeli. Emang sih masih cicilan masih lama tapi blum pernah menunggak. Tapi untuk ukuran bujang muda sudah masuk katagori sukses. Pingin seperti Akok tidak ada salahnya mulai dari sekarang belajar mencukur. Kalau tidak ada yang mau dipake praktek kamu bisa mulai dengan mencukur rambut sendiri.Bulu domba bisa dipake untuk praktek karena mirip dengan rambut manusia. Akok lihai potong rambut berawal dari mencukur bulu-bulu dombaNya.

Jangan lupa baca ini:

Cerita lucu polisi tidur

Cerita lucu ayam dan itik

Jika malaikat maut sudah menjemput

Cerita lucu dunia milik berdua

    Kian hari usaha kian maju bahkan sedang mencari lokasi baru untuk tempat potong rambut baru. Seperti yang sudah Ku uraikan diatas apapun usaha jika serius bakalan sukses. Tempat usaha Akok bukan dijalan utama tapi masuk gang sekitar 30M. Dipintu masuk gang dipasang spanduk besar bertuliskan "POTONG RAMBUT PROFESIONAL AKOK' dibawahnya tertulis 30M. Dari sepanduk itu calon pelanggan tau ada tukang cukur apalagi nama tukang cukur Akok sudah terkenal.

   Disaat sibuk cari tempat untuk cabang usaha cukurNya mendadak sepi, awalnya tidak terlalu dihiraukan. Namun kian hari makin sepi dan semalin sepi, pasian cukur yang datang serbatas yang tinggal disekitar tempat potong rambut. Akok dibuat pusing 7 keliling akibat pasien sepi. Mana untuk bayar anak buah,cicilan hp,motor dan mobilnya.
"Nggak mungkin mendadak sepi jika tanpa sebab? Tapi apa? Jangan-jangan ada yang kirim guna-guna supaya pada malas datang ketempat cukurKu ini..!!??" pikir Akok.
Akok siang malam terus berpikir keras dan mencari jawaban atas teka-teki yang sedang dihadapinya.
"Kalau benar guna-guna lawannya dukun.. !! Tunggu pembalasanKu..!!!" Akok mulai geram.

    Lewat saran seorang teman berangkatlah Akok ke Dukun ampuh.
"Hemmm....sepertinya ada yang mengganggu usahaMu..." kata Mbah dukun.
"Orang dekat apa orang jauh Mbah....???' tanya Akok penasaran.
"Sebentar.. Mbah terawang dulu..." kata Mbah dukun sambil komat-kamit baca mantera.
"Gimana Mbah...??" Akok makin penasaran.
"Belum jelas... masih samar-samar...!" kata Mbah dukun.
"Tolong Mbah bantu saya supaya usaha saya lancar kembali... kasian Saya Mbah....!!"
"Sampai dirumah tabur didalanm dan dihalaman tempat usahaMu.. tengah malam Kamu kelilingi tempat usahaMu tapi tanpa pakaian." kata Mbah dukun.
"Telanjang Mbah....????" Akok kaget.
"Ya.. supaya tidak bisa diganggu lagi.." kata Mbah dukun memperjelas maksudNya
"Bisa pake kolor Mbah..??" tanya Akok lagi.
"Bisa tapi lebih baik kalo nggak pake apa-apa.. nak..!!" kata Mbah dukun

    Sampai dirumah Akok segera melaksanakan petunjuk Mbah dukun tapi untuk yang keliling tanpa pakaian ditunggu sampai sepi. Lewat tengah malam dirasa sepi Si Akok beraksi. Sambil celingak-celinguk lihat situasi Akok keluar dari belakang rumah. Dia berjalan penuh waspada jangan sampai ada yang lihat. Baru saja mulai memasuki halaman ulah anehnya dipergoki oleh pemuda yang pulang dari begadang. nasib baik lampu depan dimatikan namun tetap saja terlihat.
"Kolor Ijooooooo...!!!!" teriak seorang pemuda.
Akok kalut dan segera ambil langkah seribu, menyelinap masuk rumah dari pintu belakang dan segera pake baju. Segera keluar pura-pura bergaya baru bangun tidur. Ketika Akok keluar warga sudah berkumpul.
"Ada apa ribut-ribut ini..!!" kata Akok pura-pura tidak tau.
"Ada Kolor Ijo cari mangsa.. persis seperti diberita TV pake kolor warna ijo.." kata pemuda yang memergoki ulah Akok.
"Ciri-cirinya seperti apa..?" tanya warga yang lain.
"Kurang lebih seperti Mas Akok ini..!" kata pemuda.
"Sial... bakal ketauan ritualKu.." guman Akok.
"Mulai sekarang semua warga waspada dan siaga.. Karena Kolor Ijo sudah kabur kita pulang kerumah masing-masing.. kasian Mas Akok terganggu..." kata Pak RT.
 Dag-dig-dug jantung Akok belum berhenti, mau melanjutkan ritual tidak mungkin Akok pun masuk rumah dan tidur.

     Keadaan tidak berubah, jampi-jampi dan mantra Mbah dukun tidak berpengaruh. Akok mendatangi Mbah dukun lagi.
"Ritual bugil keliling tempat kerja gagal mbah.. adakah cara lain Mbah..??" tanya Akok.
"Ada nak.. taburkan saja ini dijalan. Menurut penerawangan Saya masalah ada dijalan.." jawab Mbah dukun sembari memberikan kemenyan yang sebelumnya sudah dibacakan mantra.
"Makasih Mbah...!" sahut Akok. masalah ada dijalan." jawab Mbah dukun.
"Jangan lupa mahar dan ayam putih mulus yang Saya minta kemarin.." kata Mbah dukun menagih janji Akok.
"Beres Mbah... Semua sudah saya siapkan..." jawab Akok.

    Sambil mondar mandir menabur bubuk kemenyan Si Akok terus berpikir dan memperhatikan spanduk usaha cukur rambutNya. Apa mungkin spanduknya perlu diganti yang baru dan didesain ulang yang lebih menarik. Ketika spanduk diperhatikan dengan teliti, Akok tersentak kaget..
"Ini dia masalahnya... pantas setiap ada orang mau masuk gang tempatku potong rambut selalu kembali, tenyata ada yang jail 30M diganti 30KM. Gara-gara ada hurup K usahaKu hampir gulung tikar. Siapa mau singgah kalau jaraknya 30KM, 30KM itu kan jauh banget.. " gerutu Akok.

   

No comments:

Post a Comment