Monday, March 20, 2017

Cerita lucu BERBURU BABI SILUMAN

    Untuk pertemuan kali ini Ku mau cerita pengalaman saat buru babi. Ini bukan babi ngepet yang sering diberitakan suka mencuri uang. Babi yang Ku ceritakan ini babi yang selalu merusak tanaman di kampungKu. DikampungKu babi masih banyak berkeliaran apalagi saat malam tiba. Sebenanya tidak kampung-kampung amat tapi karena dekat hutan lindung makanya banyak babi bisa disebut babi turun gunung.

    Babi tergolong binatang cerdas bisa tau jika ada jebakan atau makanan yang dikasi racun. Pada awalnya pake jebakan tali berhasil, lama kelamaan sepertinya tau kalau ada jebakan tali. begitu juga dengan makanan yang dikasi racun, setelah babi tau akibat racun tidak lagi bisa diracun. Masarakat kampungKu yang mayoritas bertani pusing mutar otak untuk membasmi babi.

Gokil habis:

Cerita lucu gali sumur jodoh kabur

Cerita lucu gosok gigi sambil bersiul

Cerita lucu salah jawab dihukum cuciWC

Cerita lucu hantu di hp android

    Ada ide baru memasang kawat listrik dengan menggunakan aki. Strum aki diubah jadi aliran listrik besar pake alat komventer DC AC. Ide ini berhasil. Kebun tanaman dikelilingi kawat yang dialiri listrik dari aki, setiap ada babi lewat mati kena sengatan listrik. Sialnya banyak juga manusia yang mati kesetrum akibat menyentuh kawat yang dipasangnya sendiri. Babi terbukti cerdas setelah banyak temannya mati yang lain takut mendekati kawat jika ada strumnya.

    Petani dibuat kesal dan kehabisan akal, malam dipasang strum siang pada masuk merusak tanaman. Bukan hanya buah tanaman, benih yang baru ditanam pun dicungkilnya. Hebatnya lagi saat diusir sambil lari bisa makan biji jagung yang baru ditanam. Ada satu babi warna abu-abu tidak takut sama orang melawan jika yang mengusir cuma satu orang. Babi ini dijuluki babi siluman karena biarpun ada kawat berisi strum masih bisa dilewati.

   Kabar babi yang satu ini makin dibesar-besarkan, katanya tidak mempan senjata tajam. Warga kampung musyawarah untuk membasmi babi dan sepakat bersama-sama berburu babi. Buru babi dilakukan saat malam karena saat malam pada keluar dari sarangnya dihutan. Banyak warga kampung pelihara anjing untuk bantu jaga tanaman dari serangan babi.

    Malah hari berangkat beramai-ramai dengan membawa tombak dan parang tidak ketinggalan anjing diajak juga. Anjing bisa deteksi keberadaan babi. Kami sudah terbiasa dan bisa membedakan warna mata saat kena cahaya senter. Mana babi berwarna merah menyala sedangkan mata anjung biru kehijauan. Rombongan dibagi beberapa kelompok, ada yang bertugas menghalau dan ada yang menghadang. Untuk kelompok penghalau disertakan anjing sebagai pendeteksi. Jarak !00m ajing sudah bisa mencium bau babi dan segera berlari memburu babi, Kita tinggal ikut arah anjing berlari.

     Namun keanehan terjadi, terdengar teriakan keras serasa datang dari arah hutan lindung.
"Teriakan pemilik babi..." kata Pak Andi.
"Ahh.. yang bener aj.. masa' babi hutan ada yang punya..??" pikirKu.Aku warga baru jadi tidak tau banyak tentang babi.
"Terlanjur.. lanjut saja.. !!" kata warga yang lain.
"Nggak bakalan ada babi.. babi dah pulang dipanggil yang punya..!" kata Pak Andi lagi.
"Hari gini percaya tahayul.." gumanKu.

    Perburuan dilanjutkan namun keanehan terjadi, babi yang biasanya berkeliaran lenyap begitu saja.
" Apa Ku bilang.. kita pulang saja, besok lagi dilanjut..!"
" Bisa saja ini kebetulan..??" pikirKu.
Kami pun pulang dengan tangan kosong.

    Malam berikutnya acara berburu dilanjutkan, tidak menunggu lama anjing-anjing pemburu ramai menggonggong. Rombonganku ditugaskan menghadang karena tidak ada yang punya anjing. Suara gonggongan anjing makin dekat, seiring jantungku yang makin berdebar. Seumur hidup baru kali ini berburu babi hutan apalagi tersiar kabar ada babi yang kulitnya tidak bisa tembus benda tajam. Aku bawa tombak sedang yang lain bawa parang. Satu grup kami berjumlah 6 orang dan hanya Aku yang bawa tombak. Sengaja Aku dipinjami tombak karena blum pengalaman berburu. Sangat berbahaya jika pake parang karena harus berdekatan dengan babi, bisa-bisa kita yang diseruduk dengan taringnya yang panjang dan tajam. Tombak dibentuk kusus berburu, ada sangkutannya mirip seperti pancing ikan. Jadi jika sudah menancap tidak bisa tercabut.

    Suasana mulai mendebarkan seiring mendekatnya suara anjing dan suara warga., terdengar suara babi mengerang digigit anjing.
"Siap-siap.. babi sudah dekat...!" teriak ketua grup kami.
Dengan dada deg-degan kuperbaiki memegang tombak. terasa telapak tangan keluar keringat dingin.
"Duh... kalo begini terus bisa jantungan Aku.." kataKu dalam hati. Karena gelap tidak ada yang tau kalau Aku ketakutan.
Serombongan babi berlari kearah kami, kami kaget dan melompat ditebing. Hanya Aku yang bisa menjangkau babi. Ku kumpulkan keberanianKu menombak babi. Sebenarnya Aku takut darah sebab itu aku ragu menompak.
"Tombaaaakkkkk!!" teriak ketua grup.
Aku kaget dan reflek menombak namun tombakKu seperti mengenai karet.
"Wah.. nggak mempan.. jangan-jangan babi siluman.." pikirKu.
"Tombak lagi...!!!!" teriak teman yang lain.

    Kuterus menombak bertubi-tubi, semua babi kebagian ujung tombakKu namun tak satu pun yang tembus. Babi terjebak tidak bisa kemana-mana karena kaki babi pendek tidak bisa melewati tebing.
Babi-babi mengamuk membuat Aku ketakutan, ditombak pun percuma tidak tembus.
"Babi siluman.. kebal...!!!!" teriakKu sembari melompat menjauh.
Teman grupKu pun tersentak kaget dan lari tunggang-langgang. Kami lari berpencar menyelamatkan diri dan pulang kerumah masing-masing tanpa memperdulikan teman kami yang masih sibuk memburu babi. Sampai dirumah napas rasa mau lepas dan keringat dingin mengucur karena kelewat takut.
"Nasib baik selamat sampai dirumah..." gumanKu.


    Setelah masuk rumah alangkah terkejutnya Aku, mata tombak hilang. Ku pikir menancap dibadan babi, ternyata mata tombak mengarah kebelakang. Sampai kiamat nggak bakalan tembus kalau menombak terbalik.


________________TAMAT________________ 


No comments:

Post a Comment