Tuesday, January 23, 2018

Tak hanya beras wanita butuh juga yang keras



Ini kisah nyata namun untuk melindungi privasi nama saya ganti.

Sebut saja Doni dan Dini sudah 5 tahun hidup bersama dan sudah dikaruniai 4 sebuah cinta mereka. Selama lima tahun karena kelewat rajin menabung akibatnya berbuah hasil 4 anak.

Kehidupan Dono dan Dini sangat harmoni dan sejahtera dari segi ekonomi, intinya beras dan kebutuhan yang lain tercukupi. Dini seorang ibu rumah tangga yang sangat bertanggung jawab terhadap anak dan suami nya.

Perjalanan hidup sebuah teka-teki sulit ditebak apa yang terjadi esok. Entah bagaimana awalnya sampai suatu ketika yang tadinya seorang ibu rumahan kini suka keluar rumah.

4 anak dengan umur beda 1 tahun tentu membuat repot Dini saat ingin keluar rumah.

Dini  :"Pa..!!"

Dono:"ya, ma...ada apa?"

Dini :" Capek kalau begini terus,,,!"

Dono:"Capek apaa Ma, ngomong yang jelas,,!"

Dini :"Capek klo setiap tahun ada bayi lahir dirumah ini"

Dono:"Kalau begitu kita konsultasi ke Dokter besok Ma.."

Esok harinya mereka berdua pergi ke Puskesmas menemui petugas Puskesmas."

Dono:" Dok...kami ingin berhenti punya bayi lagi.. gimana caranya..?"

Jangan lupa baca ini:

Cerita lucu tes sekretaris bos nakal

cerita lucu malam pertama besok baru dicabut

Cerita lucu juragan main gila dengan pembantu

Cerita lucu rintihan malam pertama

Cerita lucu polisi tidur

Dini :"ya Dok...betul-betul capek ngurusnya..!"

Dokter: Ibu Dini harus menggunakan Alat kontrasepsi(Dokter menjelaskan lebih lanjut sampai Dono dan Dini paham),

Dini :"Saya tidak mau pake konstrasepsi Dok, kalau bisa suami saya aja yang di KB Dok".

Dono:"Mama ini aneh KB tu untuk wanita bukan lelaki."

Dokter:"Laki-laki pun bisa tapi vitalitas menurun"

Dini :"Gpp Dok yang penting tidak nambah anak lgi"

Singkat cerita Dono diKb, mf penulis tidak bisa menjelaskan secara detail seperti apa kontrasepsi untuk laki-laki. Dono melakukan ini karena rasa sayangnya terhadap istri tercinta, tanpa berpikir panjang.

Ternyata apa yang dikataksn dokter benar adanya. Vitalitas Dono jauh dari sebelumnya, namun Dini fine-fine aja, karena memang Dini yang punya ide. Justru yang terlihat frustasi Si Dono, sepertinya ada penyesalan. Yang tadinya ceess-pleng sekarang lobet. Berkat pengertian dan rasa sayang yang diberikan Dini, Dono sedikit lega.

Dini :"Pa, Mama mau keluar bentar tuk bli jamu supaya papa jos lagi.. seperti dulu."

Dono:"Ya Ma.. jangan lama-lama.."

Dini :"Ya, Pa...

Namun apa yang terjadi..?
Dini tak pernah kembali...
Ternyata Dini lari bersama Doni karena punya Doni lebih keras.

Ternyata tak hanya beras wanita butuh juga yang keras. Dimata Dini yang keras diatas beras.




No comments:

Post a Comment