Sebut saja Dono dan Dini, mereka baru selesai akat nikah (pengantin baru). Setelah semua undangan pulang segera masuk kamar pengantin segera ingin menuntaskan malam pertama mereka. Namun niat mereka tertunda saat melihat tumpukan kado.
Dini " Kita buka dulu kado-kado dari temen ya beb.."
Dono " Terserah kamu aja cynk..( dengan wajah lesu karena niatnya tertunda)"
Satu persatu kado dibuka, namun tak satupun membuat Dini gembira sampai akhirnya kado yang terahkir dibuka...
Dini " Horee... ini dia dah lama kuingin beli tapi belum tercapai....!!!"
Dono " Bagus banget cynk....Cocok buat kamu.. klo pake ini pasti tambah cantik..!!"
Dini " Bantu masukan beb... Aku diatas kamu dibawah beb.. biar cepat masuknya Aku dah gk sabar..!!"
Ketika Ibu Dini lewat dan mendengar ucapan anaknya...
Ibu " Heeemmm... ternyata anakku seagresif Ibunya.. emang buah tak jauh dari pohonya.( bicara dalam hati)"
Baru saja mulai menjauhi pintu tiba-tiba....
Dini " Aduh...sakit beb.. kebesaran yang dimasukkan..!!"
Dono " Biar ku paksa dikit cynk.. entar juga masuk.. lama-lama melar lubangnya..!!"
Ibu " Waduh bahaya nich....(pikir Ibu Dini)"
Ibu Dini segera bergegas menemui suaminya...
Ibu Dini " Pak.. kasian anak kita pak... kesakitan..!!"
Bapak Dini " Tenang Bu... ada apa..?"
Tanpa bicara lagi Ibu dini menarik suaminya untuk mengajak ngintip anaknya dan mereka menguping dibalik pintu.
Dini " Sakit beb.. bener-bener gk muat.. !!"
Dono " Trus gimana cynk...??"
Ibu Dini " Kasi pelicin Din..?"
Bapak " Kasi ludah ujungnya Don..!"
Dini " Bapak, Emak masuk saja bantu kami masukkan..!"
Ibu " Itu tugas suamimu.!"
Bapak " Dono harus bisa....!!"
Dono segera lumuri Telapak kaki Dini..
Dono " Tahan Cynk, aku masukin...!"
Gokil habis....
Dini "Aaaaahhhh...!!"
Bapak " Gimana Don.. bisa masuk..??"
Dono " Bisa Pak...!!"
Ibu " Sakit Din...??"
Dini "Sudah masuk semua kok, Mak, tadi waktu baru masuk terasa sakit..."
Bapak " Goyang-goyang Don biar longgar.. biar mudah mask..!!"
Dono " Iya, ini saya goyang-goyang!"
Ibu " Mendebarkan ya Pak..!!"
Bapak " Iya bu... seperti kita dulu...hihihi...
Dengan wajah lega mereka meninggalkan kamar pengantin menuju kamar mereka...
Bapak dan ibu dini ternyata salah paham...hehehe

No comments:
Post a Comment