Friday, December 22, 2017

Cerita Lucu sibotak berambut gondrong babak belur






Malam Minggu betul-betul kelabu,tak ada yang diajak malmingan.

"Seperti inilah nasib jomblowan. Serba sendiri, teman-teman pun pada sibuk ngurus pasangannya masing-masing...!" gumanKu dalam hati.

Kulihat teman-teman boncengan dengan pacarnya lewat depan rumahku entah mau kemana..? Yang pastinya cari tempat romantis tuk melepas rindu (pikirku).Melihat mereka berboncengan mesra hayalanku kemana-mana tanpa bisa Aku tahan. Ku bayangkan duduk berdua dengan cewek hayalan super cantikKu. Ku beranikan diri tuk memegang dan mengelus jarinya yang mungil dan halus... Namun tiba-tiba.. "plaaaakk!"(seseorang memukulku dari belakang). Serta-merta hayalKu kandas.

   "Manusia seperti setan, muncul tiba-tiba. !" Kataku.
   "Kamu kebanyakan menghayal makanya tidak sadar ada orang datang.." kata Rojali.
   "Daripada bengong mending ikut Aku aja..!" sambung Rojali.
   "Kemana...?" tanyaku.
   "Kerumahnya pacarKu..!" jawab Rojali.
   "Males ahh.... jadi penonton..!!" kataKu dengan lesu.
   "Ku kenalin sama temen pacarKu yang kebetulan rumahnya bersebelahan. Mana tau cocok jadi kalo apel bisa bersamaan..." lanjut Rojali.

   "Ide asik...." pikirKu.
   "Boleh..boleh...!" jawabKu dengan penuh semangat.
   "Kalo gitu cabut sekarang...! ajak Rojali.
Segera kami meluncur dengan penuh semangat..

 
Satu jam perjalanan sampai juga akhirnya. Singkat cerita Aku dikenalkan dengan cewek yang lumayan cantik. Namanya Rita Sugiarto, tapi jangan kaget ini bukan Rita sugiarto penyanyi dangdut. Tapi entah kenapa justru Aku tertarik dengan pacar temanku. Emang dia lebih cantik dan berisi, namanya Rini. Malam itu tidak ada kejadian yang berarti buatku.

Selama perjalanan pulang, wajah Rini selalu terbayang. Sengaja Ku suruh teman memboceng karena pikiranku lagi kacau dipenuhi sosok Rini. Kelewat penasaran kucoba mengorek keterangan tentang Rini.

"Kenal Rini dah lama ya...?" Tanyaku

"Kenapa...?" Jawab Rojali

"Gpp, kelihatannya biasa saja belum ada sesuatu...?" Kataku.

"Lagi pedekate...?"

"Sukurlah..." tak sengaja Aku keceplosan.

"Maksud kamu..?" Tanya Rojali seperti curiga.

"Maksudku sukur ksmu cepat kenal dengan Rini, kalau keduluan orang laen berabe.." Ku coba mengubah arah obrolan biar tidak curiga.

"Inipun Aku mau secepatnya tembak Rini sebelum didahului orang laen tapi tadi tidak ada kesempatan." Jawab Rojali

"Asik.,,,masih ada harapan..?" Pikirku

Motor tiba-tiba berhenti, tidak terasa sampe dirumah.

"Dah sampe rumahmu.." kata Rojali.

"Makasi ya smuanya.. masuk dulu kerumahKu!" Kataku sembari turun.

"Makasi... Aku langsung pulang dah malam.." jawab Rojali.

Malam makin larut tapi pikiran terus melayang mengumpulkan ingatan tentang Rini. Aku betul-betul klepek-klepek dibuatnya. Duduk resah, baring gelisah. Pesona Tini menghancurkan status jombloku. Sampai keesokan harinya ingatan tentang Rini justru makin kuat. "Secepatnya kutembak Rini sebelum didului Rojali, tapi apa iya karena baru kenal. Apa mungkin Rini punya perasaan yang sama denganKu..? Ahhh... masa bodoh.. yang penting maju terus jangan mundur" pikirKu.

Sore itu cepat-cepat Aku mandi dengan niat pergi apel kerumah Rini, tidak perduli malam senin. Kucari-cari baju yang cocok untuk menemui Rini. Dasar pemalas semua baju menumpuk kotor belum Kucuci. Tinggal ada baju dan celana yang jarang Kupakai. Tapi sayang ada sedikit robek (rapuh benang jahitnya).

"Rahmi...!!" Ku panggil adikKu tuk minta tolong jahit celanaku.

"Ada apa Mas.. panggil-panggil.. lagi sibuk masak!!" Jawab Rahmi.

"Tolong jahitkan celanaKu bentar...!" Pintaku.

"Selesaikan dulu masak..!" Jawab Rahmi menolak.

"Bentar j kok.. cuma dikit.,," Ku coba merayu.

"Bawa sini.. !" Jawabnya ketus.

Setelah beberapa saat....

"Sudah belum...?" TanyaKu tidak sabar.

"Sudah..,!" Jawab Rahmi.

Setelah semua siap dan disembur wangi-wangian Aku meluncur bersama motor andalanKu menuju rumah Rini. Sesampai dirumah Rini ternyata sepi cuma ada Rini. Jurus-jurus pedekate kelas 1 segera Aku laksanakan. Kami duduk berhadapan dan tak henti-hentinya kucuri pandang kebibirnya yang menurutku sexy abis. Baru 2 kali pertemuan sepertinya kami dah akrab, Rini mudah bergaul.

Humor hoot:

Cerita lucu intip pesta bugil

Cerita lucu akibat ngintip janda dekat rumah


Cerita lucu dikocok-kocok muncrat kemuka


Cerita lucu makin dalam makin geli makin nikmat

"Kenapa bengong? Minum tehnya.." Tanya Rini sembari nawari minum.

" Gpp kok... makasi..!" Buru-buru Aku bergerak tuk mengambil secangkir teh dimeja.

Namun sesuatu terasa menggigit dibagian selangksnganku..

"Aduh.." berusaha Aku tahan namun tidak bisa karena memang sangat menyakitkan sampai aku nahan napas.

"Kenapa.. ?" Tanya Rini.

" Gpp kok... perutku tiba-tiba sakit." Jawabku tuk menyrmbunyikan yang sebenarnya.

"Kalau sakit pergi keWc dulu.." saran Rini.

"Gpp, bentar juga ilang.." jaeabKu.

DudukKu gelisah, makin bergerak makin sakit, mau Ku periksa tidak mungkin karena yg sakit burungku. Bener-bener tidak bisa kutahan lagi, terpaksa Aku minta pamit tuk pulang cepat dengan alasan ada janji ngantar mamaku.

Gagal semua rencanaKu, Kupacu motorKu secepat mungkin. Selama perjalanan pantatku tidak berana bergerak karena setiap kali bergerak makin terasa menggigit. Setiap ada jalan tidak rata keluar air mata nahan sakit.

Sampai rumah langsung Ku buka celanaKu dan Kuperiksa ada apa gerangan yg telah menghajar burungKu. Kepala anuku dihajar jarum luka sana-sini. Betapa kagetnya Aku Ternyata ada jarum lengkap dengan benangnya.

"Rahmi,,,! Kenapa ada jarum dicelanaKu...?" TanyaKu.

"Mf mas tadi masakan hampir gosong jadi lupa lepas jarumnya." Jawab Rahmi.

"Salah kamu seh kenapa bukan pake mesin jahit..." TanyaKu kesal.

"Mf mas...." Jawab Rahmi






                                       Tamat

No comments:

Post a Comment